Traveling Jurnalistic of Heri Setia

WORO-WORO

Kuy support myherisetia.com dengan follow Instagram @reiys_ atau like fanspagenya di www.facebook.com/Herisetioajiprawironegoro
  • BACA ARTIKEL

    • Baca artikel yang terbaru, share di sosial media dan dapatkan notifikasinya
  • BECOME FANS

    • Like fanspage di facebook atau follow Instagram dan akun LinkeIdn untuk support kepada penulis
  • BERIKLAN DI BLOG

    • Iklankan produk atau bisnis anda di blog dan dapatkan impresi yang luar biasa setiap harinya

Traveling in Indonesia | Traveling Cihuy Bareng FRAVEL.ID ke Candi Borobudur Hingga Pantai Sundak Gunungkidul


Sahabat saya semasa sekolah dulu lagi main ke Jogja nih gaes. Langsung deh diajakin traveling keliling Jogja. Dulu saya sekolah di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Keritang. Nah sahabat saya ini, Muhammad Yunus, juga bersekolah ditempat yang sama. Jadi sudah bertahun lamanya kami temenan. Pas selesai sekolah saya ke Jogja untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, Yunus juga langsung kuliah di Pekanbaru. Biasanya ketemu hanya kalau saya pulang kampung pas mudik lebaran. Tahun 2017 kemarin saya khan pulang gaes dan ketemu dengan Yunus. Iseng-iseng saya tawarin kalau ke Jogja nanti saya ajakin keliling-keliling. 


Akhirnya kesampaian juga gaes. Sebelumnya Yunus bekerja di Cirebon, begitu pekerjaannya selesai doi langsung terbang ke Jogja. Awalnya saya pikir hanya becanda saja, eh ternyata beneran. Doi yang baru pertama kali ke Jogja langsung kesasar sehingga sampai ke Jogja tepat pukul 03.00 dini hari. Doi salah turun terminal. Harusnya turun di Terminal Jombor eh malah di Wates sudah turun, malem-malem Yunus dan temannya nge-Grab sampai ke rumah saya yang ada di bilangan Ringroad utara. 
Rencananya mereka berdua, Yunus kebetulan membawa temannya asal Medan, hanya dua hari di Jogja. Maka langsung saja deh nyari travel wisata yang akan membawa kami traveling keliling Jogja. Pengalaman pernah menggunakan travel wisata dengan pelayanan buruk membuat keduanya benar-benar selektif supaya tidak buang-buang ongkos. Nah, kebetulan saya punya travel wisata dan tour guide sendiri, namanya FRAVEL.ID. Saya tawarkan kepada mereka dan akhirnya disetujui. Langsung deh paginya langsung gas ke Candi Borobudur.


Candi Borobudur tidak bisa ditempuh dengan transportasi online gaes, sehingga kalau mau ke Borobudur hanya bisa dicapai dengan menyewa mobil atau menggunakan motor dengan jarak tempuh sekitar 2 jam an dari pusat kota Jogja. Syukurnya waktu itu jalanan sedikit lenggang sehingga kami tidak perlu bermacet-macetan. Itu hari pertama ya gaes.




Hari kedua tujuan kami kearah selatan yaitu ke daerah Gunungkidul. Pantai Sundak ternyata sudah masuk kedalam daftar list tempat yang akan kita kunjungi. Enaknya menggunakan travel wisata sendiri adalah bebas menentukan lokasi wisatanya. Kamu hanya perlu menambah sedikit untuk bahan bakar kalau tujuannya bertambah jauh dari lokasi yang disepakati. Tujuan kami selama dua hari itu memang benar-benar mengeksplor keindahan Jogja, karena itulah kami rela makannya di warteg untuk menghemat pengeluaran. Total ada beberapa tempat yang kami kunjungi selama dua hari, mulai dari Borobudur, Alun-alun Kidul, Kopi Joss, Pantai Sundak, Teras Kaca, dll.


Cuma pas di pantainya kami sedikit kecewa karena tidak semua wahananya bisa nikmati. Beberapa wahananya dikenai biaya tambahan yang menurut kami cukup mahal, misalnya naik ke spot perbukitan harus membayar lagi sebesar Rp. 25.000,- diluar tiket masuk. Kalau ditotal dari mulai masuk ke lokasi kami mengeluarkan biaya untuk tiket masuk, parkir, wahana, dan juga makan di lokasi. Satu lokasi saya bisa habis sampai dengan Rp. 75.000,- per-orang. Wah rasanya cukup mahal. Memang sih semua terbayar oleh pemandangannya yang menimbulkan decak kagum, yuk silahkan nilai saja dari foto-foto kami selama traveling ini. (HSA).

 
 
 

Traveling in Indonesia, Indonesia Travel Guide, Yogyakarta, Traveling, Plasa Hosting, Online Colleges, Mesothelioma Law Firm, Donate Car to Charity California, Insurance, Bukalapak, IWA
Share:

Traveling in Indonesia | Menikmati Indahnya Candi Prambanan dan Candi Borobudur Sebelum Wisuda


Candi Prambanan lagi gaes! kali ini saja diajakin sama Marleni dan bapak ibunya. Ceritanya Marleni ini mau wisuda besok untuk S1 Kebidanannya. Sebelum wisuda ya ada tradisi jalan-jalan dulu. Beberapa tempat sudah didatangi, tidak semuanya sih saya ikut tapi yang di candi Prambanan dan candi Borobudur ini saya ikut nemenin. Mungkin karena saya pernah punya pengalaman training sebagai guide jadi bisa sedikit diandalkan.

Baca juga Candi Prambanan dan Cerita yang Melegenda


Kali ini saya tidak ngobrolin banyak soal sejarah keduanya candi ini. Pasti sudah pada tahu. Nah, sekalian nih buat kamu yang baca feed ini ada sedikit info saja yang ingin saya bagikan, seperti biasa agar kamu-kamu dapat sesuatu saat membaca postingan saya. Info yang saya hendak saya berikan ada seputar cara membedakan antara candi Hindu dan candi Buddha. Nah buat kamu yang belum tahu, perbedaannya adalah pada tekstur bangunannya. Candi Hindu banyak yang menjulang tinggi, memiliki candi utama dan candi perwara atau candi pendampping. Sementara candi buddha kebanyakan berbentuk lebar dan tidak ada candi pendamping.


Kamu bisa bandingkan candi-candi semisal Prambanan, Candi Plaosan,Candi Sewu, Candi Mendut, dll. Ada perbedaannya. Tapi yang paling ketara adalah patung-patung yang ada didalamnya. Candi Hindu selalu ada patung empat minimal tiga tokoh ikoniknya dalam ajaran Hindu, yaitu Siwa, Durga, Ganesha dan Agastya. Sementara candi Buddha tentu saja ada Buddha dan bentuk stupa seperti laik nya yang ada di Candi Borobudur. Itu perbedaan yang paling ketara gaes.



Traveling kali ini saya ditraktir mereka gaes.  Untuk masuk ke komplek Candi Prambanan kita bisa merogoh kocek sekitar Rp. 30.000,- sementara di Candi Borobudur tiketnya sebesar Rp. 40.000,-. Belum termasuk dengan parkir. Untuk parkir kamu perlu merogoh kocek Rp. 5.000,-an lagi gaes. Kalau saran saya sih, kudu sedikit membawa uang lebih kalau lagi main ke destinasi wisata seperti Candi Prambanan atau Candi Borobudur. Alasannya adalah merchandise atau pernak-pernik yang dijual disana begitu menarik untuk dibawa pulang. Kamu bisa membeli baju, asbak, hingga benda-benda handcraft lainnya. Buat oleh-oleh pulang kerumah gaes. Sebenarnya benda-benda serupa juga bisa didapatkan di Malioboro, tapi khan beda kalau membeli di lokasi sebenarnya dengan di Malioboro. Untuk masalah harga, tidak jauh berbeda kok. Dengan membayar Rp. 100.000,- kamu bisa membawa pulang 3 lembar T-Shirt, kalau bisa sedikit pintar negoisasi malah bisa dapet 5-6 lembar. Lumayan khan? (HSA).

 
 
 

Traveling in Indonesia, Indonesia Travel Guide, Yogyakarta, Traveling, Plasa Hosting, Online Colleges, Mesothelioma Law Firm, Donate Car to Charity California, Insurance, Bukalapak, IWA
Share:

Traveling in Indonesia | Benteng Vredeburg Yogyakarta, Saksi Bisu Perjuangan di Era Kemerdekaan dan Spot Foto Yang Instagrammable


Halo readers, bentar lagi Natal dan tahun baru nih. Sudah kepikiran mau traveling kemana di tahun 2019 nanti? saya percaya kamu pasti sudah mulai merencanakan mau kemana, berwisata kemana untuk merayakan tahun baruan. Jujur, saya sempat iri dengan beberapa postingan teman-teman yang belum sampe tanggal 25 Desember sudah berangkat untuk berlibur ria, ada yang keluar negeri, ada yang keluar kota dll. Sementara saya malah justru dihimpit oleh deadline tugas-tugas negara. Naluri untuk traveling saya yang memang terlahir sebagai seorang traveler sejati ini memberontak. Namun apa daya ya gaes, kudu bisa menahan diri. Alasan finansial sedang terpuruk, deadline, dan beberapa hal lain membuat saya berencana untuk tidak kemana-mana hingga awal bulan depan. Dengan kata lain ini akan menjadi perayaan tahun baruan pertama dimana saya tidak kemana-mana. Well, tidak masalah, karena biasanya sehabis liburan semester saya akan kembali bertemu dengan deburan ombak ataupun sejuknya dedaunan hijau. Ya semoga saja.
  

Karena tidak ada aktifitas traveling hingga akhir tahun, jadinya sama minim konten ya gaes. Saya memutuskan untuk belajar tentang keyword Google Planner, Adsense, hingga Hosting untuk memperkaya pengetahuan seputar blogging. Bahkan sempet mengunduh template untuk blogataupun mencari informasi tentang optimazi blog dll. Ujung-ujungnya saya kembali membuka galeri di laptop saya gaes, kira-kira apa nih yang belum saya up. Wah ternyata banyak sekali galeri traveling saya yang memang belum pernah saya posting sebelumnya. Menarik. Akhirnya saya punya konten lagi untuk Traveling in Indonesia ini. Walaupun merupakan barang 'lama' tapi semoga kamu menikmatinya. Buat saya ini semacam harta karun gaes. Buat para Indonesia Travel Guide yang lain yang punya galeri foto-foto selama perjalanan pokoknya kudu di keep, biar sewaktu-waktu punya foto menarik yang bisa membawa kita kembali ke masa menyenangkan itu.

Destinasi Wisata Peninggalan Jaman Kerajaan yang Wajib dikunjungi

Nah, untuk kali ini saya akan cerita soal salah satu destinasi wisata yang memiliki kaitan erat dengan masa kolonial di Indonesia readers, dari judulnya saja sudah terlihat ya kemana tujuan saya di traveling kali ini. Yappp, Benteng Vredeburg. Benteng ini memang memiliki kaitan erat banget dengan masa kolonial Belanda dulu. Bangunan yang didirikan oleh residen Belanda pada masa itu memang murni sebuah benteng pertahanan,dimana dilengkapi dengan tembok yang tinggi, parit, menara pengintai dll. Letaknya yang berada di depan Istana negara, tidak jauh dari Kraton Yogyakarta, dan juga dua bangunan bersejarah yang sekarang menjadi Kantor Pos dan Bank BNI membuktikan bahwa benteng ini memegang peranan penting pada masanya. As we know, pada masa penjajahan kolonial dulu VOC memang kerap campur tangan politik pada segala urusan yang ada di Kraton Yogyakarta, beberapa sumber mengatakan kalau benteng ini dibangun sebagai bentuk antisipasi VOC untuk berjaga-jaga kalau Kraton berpaling dari dan memusuhi VOC. Bagi yang belum tahu, Kraton pada masa penjajahan hingga era kemerdekaan itu menjadi tempat paling 'aman' dan 'sakral' baik bagi para pejuang maupun bagi para penjajah. Kraton seakan punya kekuatan tersendiri yang tidak bisa dilewati oleh penjajah. VOC sendiri berusaha 'memasuki' Kraton dengan berbagai cara, salah satunya dengan politik dan segala tipu dayanya.

Baca juga Uniknya Goa Kiskendo Kulon Progo Yogyakarta, Tempat Bertapa Raja Kera di Ramayana

Benteng Vredeburg sudah mengalami beberapa kali perubahan sebelum menjadi seperti sekarang readers, terhitung sejak tahun 1760 sampai hingga tahun 1970an benteng ini telah berpindah 'kepemilikan' beberapa kali. Secara yuridis sih tanah lokasi benteng ini adalah milik Kasultanan, namun karena kuatnya pengaruh VOC pada masa itu membuat benteng ini menjadi milik mereka. Hingga saat VOC bangkrut pada tahun 1799, benteng ini malah menjadi milik pemerintah Belanda secara de facto. Herman Willem Daendels, gubernur pada masa itu yang mengambil alih benteng pada tahun 1807 hingga 1811. Pada masa penjajahan Inggris yang cukup singkat benteng juga ernah dikuasai oleh Thomas Stamford Raffles pada 1811 hingga 1816. Begitu juga pada masa kedudukan Jepang di Indonesia di tahun 1942 sampai dengan 1945, benteng ini menjadi gudang persenjataan Jepang, markas, sekaligus rumah tahanan bagi orang Belanda maupun Indo Belanda. Seiring dengan perkembangan dan berbagai macam peristiwa bahkan setelah masa kemerdekaan hingga era G 30 S/ PKI benteng ini tetap digunakan untuk berbagai macam kepentingan.


Untuk pertama kalinya Benteng Vredeburg digunakan sebagai ajang Jambore seni terjadi pada tahun 1978 tepatnya pada 26 sampai 28 Agustus. Melalui Surat Keputusan Mendikbud RI Prof. Dr. Fuad Hasan nomor 0475/O/1992 tanggal 23 November 1992 secara resmi Benteng Vredeburg menjadi Museum Khusus Perjuangan Nasional dan memiliki nama baru Museum Benteng Yogyakarta. Semenjak menjadi museum lah Benteng Vredeburg resmi menjadi milik rakyat alias sudah mejadi public area dimana semua orang bisa memasukinya. Cukup siapkan karcis retribusi dan parkir, kamu bisa melihat-lihat ke dalam benteng. Pembenahan dan rekonstruksi bangunan menjadikannya lebih indah dan lumayan adem readers, juga banyak spot yang bisa dijadikan lokasi untuk berfoto. Saya pertama kali memasukinya bahkan untuk keperluan syuting film pendek. Cita rasa kolosal yang epic banget masih kuat melekat loh, pokoknya kamu tidak akan menyesal kalau mengunjunginya. Spot foto terbaiknya ada dari bagian depan, dibawah tulisan "Vredeburg', taman, dan patung-patung yang merepresentasikan masa perjuangan. Ada meriam juga loh readers. Mantep pokoknya.



Akses ke Benteng Vredeburg mudah banget readers. Karena lokasinya berada ditengah-tengah kota. Tepatnya di bagian timur Gedung Agung, dan berada dekat dengan bangunan Kantor Pos, Bank BNI, Titik 0 KM, dan Malioboro tentunya. Kalau naik kendaraan bermotor dari arah utara kamu perlu parkir dulu di Abu Bakar Ali dan berjalan kaki melewati Malioboro, atau kalau dari arah timur bisa langsung melewati Taman Pintar dan parkir mobilnya di tempat yang disediakan. Bisa juga di akses dengan menggunakan GPS atau transportasi online. Jam buka museum adalah pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00, hari libur dan tanggal tertentu memiliki jadwal yang berbeda. (HSA).

Traveling in Indonesia, Indonesia Travel Guide, Yogyakarta, Traveling, Plasa Hosting, Online Colleges, Mesothelioma Law Firm, Donate Car to Charity California, Insurance, Bukalapak, IWA
Share:

TRAVELING WITH BUKAREVIEW BUKALAPAK: UNIKNYA GOA KISKENDO KULONPROGO YOGYAKARTA TEMPAT BERTAPA RAJA KERA DI KISAH RAMAYANA


Kulon Progo selalu punya destinasi wisata yang unik. Itu yang banyak orang katakan. Kalau kamu tidak percaya, coba aja berwisata ke Goa Kiskendo yang terletak di desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulya, Kulon Progo, Yogyakarta.  Goa kapur ini merupakan goa kapur yang konon punya misteri tersendiri menurut masyarakat sekitar. Jarak tempuhnya sekitar 35 KM di barat kota Yogyakarta, dan untuk mencapai ke lokasi ini bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun minibus. Untuk bis sebesar bis pariwisata sepertinya akan menemukan kesulitan karena harus rela berhenti sejauh 8 KM dari lokasi wisata. Goa alami ini luar biasa sejuk. Mungkin karena masih ada efek suasana dari Gunung Menoreh yang memang terkenal sejuk namun asri dan fresh banget. Goa Kiskendo ternyata tidak hanya sendiri gaes, disini kamu juga bisa menemukan dua destinasi lain yang tidak kalah unik yaitu Goa Sumitro dan Watu Blencong. Nah, yang tetap menarik perhatian tentu Goa Kiskendo.


Bila mendengar cerita dan berdasarkan relief yang terdapat pada dinding batu di bagian depan Goa Kiskendo, pasti kamu langsung bertanya-tanya benarkah ini Goa Kiskenda yang disebutkan pada kisah Ramayana dimana konon merupakan kerajaan dua raksasa bernama Mahesasura dan Lembusura, dua raksasa yang berkepala kerbau dan sapi yang dikalahkan oleh raja kera bernama Subali. Tidak hanya itu, Goa Kiskendo ini juga diyakini sebagai tempat pertapaan Subali dalam kisah Ramayana. Kalau itu diyakini kebenarannya, berarti kisah Ramayana bisa dikatakan benar-benar terjadi pada jaman dahulu, tidak hanya sekedar cerita lakon entertainment belaka?




Ohya gaes, sseperti yang sudah saya katakan diatas tadi, disini kamu tidak hanya berwisata dengan tujuan sebuah goa kapur belaka, kamu juga bisa mandi di air terjun yang terletak sekitar 2 KM an dari Goa Kiskendo. Ini bisa jadi pelepas lelah sekaligus nilai plus nya. Menariknya lagi kamu bisa camping bahkan bikin kegiatan outbond disini, karena ada fasilitas berupa pendopo, wahana bermain, tanah lapang untuk mendirikan tenda dan juga warung makanan, masjid, serta swalayan yang tidak terlalu jauh dari lokasi. Tangga-tangga batu yang panjang yang digunakan mencapai lokasi juga ciamik banget. 

Biar makin mantep, nih saya pamerin foto-fotonya: 

 

 

 

 

 

   

Nah, bagi kamu yang ingin menikmati keindahan alam yang masih benar-benar natural Goa Kiskendo bisa jadi salah satu referensinya. Saya pas kesini selain karena ikutan outbond juga karena ikut di kontes blognya Bukareview Bukalapak di https://review.bukalapak.com/c/travel . Awalnya karena iseng saja, namun karena saya pikir dengan mengikuti kontes ini juga bisa memberikan sedikit sumbangsih untuk mengenalkan destinasi wisata unik yang ada di Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Kulon Progo yang sampai sekarang ini masih minim promosi. Padahal banyak destinasi wisata yang menarik untuk didatangi dan memiliki banyak nilai-nilai sosial maupun nilai historis. Saya sebagai seorang yang terlahir sebagai traveler sejati merasa terpanggil untuk mengunjunginya.Kamu juga bisa kok, kurang apalagi gaes, restribusinya terjangkau, jaraknya tidak terlalu jauh, tempatnya juga asik banget. Asal jangan dijadikan sebagai lokasi uji nyali aja. Kalau mau uji nyali juga bisa, sepertinya, tapi saya tidak yakin kalau kamu mau. Coba aja. Hehe. (HSA).
Share:

Traveling in Indonesia | Replika Stonehenge yang Mendekati Sempurna itu Ada di Jogja | TRAVELING WITH OPPO F7 Part 2


Siapa bilang Stonehenge hanya ada di Inggris? di Jogja juga ada sekarang, tepatnya didaerah Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Replika dari Stonehenge ini bisa dibilang cukup mirip sekilas ya, entah karena belum melihat aslinya, jadi kalau berdasarkan gambarnya sih lumayan mirip lah. Bentuk susunan batu dan alas rumputnya juga menyerupai aslinya. Menurut saya sih nyaris mendekati sempurna karya warga Jogja dalam hal desain dan me-replika bangunan Stonehenge yang fenomenal itu.


Sedikit info, konon Stonehende merupakan bangunan yang di bangun pada Zaman Perunggu, dan Neolitikum. Bangunan bersejarah ini terletak berdekatan dengan Amesbury di Wiltshire, Inggris, atau sekitar 13 km barat laut Salisbury. Kalau di film Transformers "Revenge the Fallen" sih katanya bangunan ini salah satu bangunan yang dibangun oleh alien karena rasanya tidak mungkin dibangun oleh manusia biasa. Bagaimana tidak, bangunan yang berubah tumpukan batu-batu itu tentu saja berat dan membutuhkan alat yang luar biasa besar untuk menyusunnya nyaris sejajar dan berstruktur. Logikanya, berat batu-batunya bisa mencapai ribuan kilo tentu mustahil diangkat oleh manusia. Hal inilah yang menjadikan Stonehenge hingga sekarang masih menjadi misteri tentang bagaimana dan mengapa bangunan ini didirikan.




Stonehenge di Inggris

Kalau yang Stonehengenya Jogja tidak perlu dipertanyakan lagi, karena yang jelas Stonehenge di Jogja dibangun sebagai daya tarik wisata. Terbukti bahwa pengunjung atau wisatawan lokal banyak yang mengunjunginya. Ada yang penasaran, ada yang memang datang untuk mengabadikan momen, kebutuhan sosial media, hingga prewedding. Karena terhitung hasih baru dan lumayan hits, untuk memasuki Stonehenge Jogja kamu perlu merogoh kocek hingga Rp. 10.000,- plus bayar parkir lagi sebesar Rp. 2.000,- kalau naik motor dan Rp. 5.000,- untuk mobil. Sementara untuk bisa prewedding di Stonehenge Jogja kamu perlu merogoh kocek sedikit dalam, yaitu sebesar Rp. 150.000,-.Ohya, kalau mau ke Stonehenge, kamu juga perlu mampir ke destinasi wisata yang terdekat dan juga sedang hits, yaitu The Lost World. Disini kamu akan melihat wahana lain yang juga sangat menarik. Kapan-kapan deh diceritain.


Ohya, jangan lupa untuk tetap membawa senjata yaitu kamera. Kalau memperhatikan lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, tentu akan menyesal kalau tidak membawa kamera., seakan semua hal indah akan berubah pahit. Kamera ponsel cukup kok, asal jangan sampai kehabisan baterai ya. Nah, kebetulan banget pas saya ke Stonehenge saya masih sama Rusmi Yuneri, sahabat saya yang kebetulan mengambil Program Magister di Jogja tengah membawa OPPO F7, seri terbaru dari generasi F nya OPPO. Kualitas kameranya tidak diragukan lagi khan, seperti yang sudah pernah saya obrolin sebelumnya. Nah, dengan baterai yang kapasitasnya gede banget, jamin deh kamu tidak perlu takut kehabisan baterai kalau sedang traveling jauh dari pusat kota. Fitur fast chargingnya juga amat membantu, bisa tetap eksis pokoknya. Paling-paling kalau baterai dibawah 20%, siap-siap saja untuk menon-aktifkan paket data dan GPS, jangan langsung bikin story lah kira-kira. Karena dengan baterai tersisa 20% kamu masih bisa tuh mengcapture banyak foto dan video. (HSA).

Berikut hasil traveling saya di Stonehenge Jogja

















Traveling in Indonesia, Indonesia Travel Guide, Yogyakarta, Traveling, Plasa Hosting, Online Colleges, Mesothelioma Law Firm, Donate Car to Charity California, Insurance, Bukalapak, IWA
Share:

Popular

Powered by Blogger.